29 October 2009

Natsukashii karubi- jyagariko (Calbee Potato Sticks from Japan)

Yesterday Hiroko, a friend of my friend, came from Japan to do her research in Prambanan Temple. I will help her to translate and find interviewees for 2 weeks. Before her coming, Hiroko-sam asked me about my request of Japanese stuff, I was confused. I couldn't decide one at first, but finally I asked for washi and small Japanese agenda for 2010. Surprisingly she also brought me 2 kind of snacks from Japan. One of the snacks was my favorite during my staying in Japan.


Araaaaaaaaaaaaa, karubi- jyagariko da!!! Natsukashiiiiii.........


Yup, karubi- jyagariko or Calbee potato sticks. It was my favorite one because so crunchy and not too salty. I and my students in English courses used to have it as snacks-game (our secret activities, fufufufu). When there was discount for this snack, I used to buy some cups (or boxes??) for my own savings.

It is been a year after my returning home from Japan. Honestly, there are so many things that I missed, for example takoyaki, konbini, smell of Japanese meals, kaki, ume boshi, wasabi, many kinds of sncaks, macha flavor ice cream, macha, nori, sashimi, udon, and many more. If I was being asked to make a list, it will be very long or high just like a mountain!!! So, I'm praying harder now for being granted by the Monbukagakusho scholarship for next year. I do miss Japan and hope to come back there again soon.

6 August 2009

Dari Monbukagakusho hingga Tukang Ojek Dadakan (cerita singkat)

Kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnn.................

Sudah hampir sebulan terpisah dari Kero (laptopku) dan dunia MP.... Kangen nulis...
Ada banyak cerita yang pingin dibagi....
Tentang lucunya nemenin (jadi penerjemah sekaligus tukang ojek) teman dari Tokyo yang lagi penelitian di Jogja... Capek, tapi nyenengin... Nggak dibayar, tapi dapat oleh2...hehehehe

Terus, ada juga kabar yang nggak disangka, nggak diduga, yang sempat bikin stress hingga hampir terlupakan..... tentang seleksi Monbukagakusho (Monkasho, dulu Monbusho)!!!
Yup, Alhamdulillah lolos untuk seleksi di tingakt Indonesia... Dalam proses mencari LoA dan pengisian ulang formulir aplikasinya... Eit, belum bisa lega lho! Masih ada proses panjangnya, tahapan di tingkat internasional dan penempatan ke universitas jika lolos. Jadi, mohon do'anya lagi yaaaaaaa........ Cerita lengkap tentang pengalaman ini akan dituang dalam edisi khusus kok..., tunggu ajah! (lebay mode ON)

Apalagi ya? Nggak ada kejadian yang benar2 spesial lagi deh kayaknya... Banyak kejadian kecil yang konyol2 sih, tapi ya biasanya lah.... hidupku kan emang penuh kekonyolan.

Ya sudah, sekian up date nggak pentingnya.... Tunggu cerita selanjutnya ya!

24 July 2009

Sepintas lalu

Sudah lama juga tak menuangkan cerita di sini. Padahal hidupku terus mengalir, meski tak ada yang benar-benar spesial darinya. Ada rasa kangen juga untuk kembali mewarnai halaman ini dengan hal-hal yang bisa kujadikan pengingat di masa yang akan datang.

Apa kabar kawan? Aku sendiri biasa saja, tidak sedang dalam detik waktu yang berlarian cepat. Perlahan tapi pasti, langkahku akan menemui 2 pintu impianku. Aku makin mendekat pada keduanya dan belum ada gambaran pintu mana yang akan terbuka kali ini. Semua tentang masa depan yang berlatarbelakangkan impian dan idealisme. Aku telah berusaha semampuku dan kini kembali kumengetuknya dengan santun, "Tuhan, bukakan salah pintu ini dan berikan cahaya tuk menerangi langkah-langkahku nantinya".

Sepintas lalu

Sudah lama juga tak menuangkan cerita di sini. Padahal hidupku terus mengalir, meski tak ada yang benar-benar spesial darinya. Ada rasa kangen juga untuk kembali mewarnai halaman ini dengan hal-hal yang bisa kujadikan pengingat di masa yang akan datang.

Apa kabar kawan? Aku sendiri biasa saja, tidak sedang dalam detik waktu yang berlarian cepat. Perlahan tapi pasti, langkahku akan menemui 2 pintu impianku. Aku makin mendekat pada keduanya dan belum ada gambaran pintu mana yang akan terbuka kali ini. Semua tentang masa depan yang berlatarbelakangkan impian dan idealisme. Aku telah berusaha semampuku dan kini kembali kumengetuknya dengan santun, "Tuhan, bukakan salah pintu ini dan berikan cahaya tuk menerangi langkah-langkahku nantinya".

8 April 2009

Demi pesta demokrasi (1)

Tanggal 9 April jam 1 dini hari, belum bisa tidur karena seisi rumahku masih heboh, terutama dapur. Aku belum sembuh dari sakit, tapi juga tidak tega biarin Ibu begadang sendirian nyiapin konsumsi buat PPS hari ini. Padahal ibu adalah ketuanya dan artinya bakalan kerja keras seharian. Kalaupun konsumsi dipesankan, duit jatahnya mana cukup!

Belum lagi, telpon masuk ke HP Bapak tiap beberapa menit sekali bahkan hingga saat ini. Sebagai ketua PPK, emang sudah resiko. Waktu istirahatnya sangat tersita. Honor tidak sebera, stresnya sepanjang jalan.

Pemilu, pesta demokrasi layaknya mau nyiapin pesta kawinan aja jadinya. Berusaha tidak mengeluh karena lelah kami toh hanya sedikit yang bisa kami berikan untuk negeri ini.

Bakalan seperti apa ya hasilnya besok? Para caleg itu tahu tidak ya, susahnya para panitia tingkat bawah yang bergerak dengan dana mepet ini? Sampai hal sekecil apapun, dipikir ekstra hati-hati meskipun aturan dari atas mencla-mencle tidak jelas. Hanya bisa berharap semua ini memang layak dijalani

31 March 2009

Nikmat Mana Lagi Yang Kudustakan? (Dari acc hingga kecelakaan)

Tanggal 30 Maret 2009 jadi hari yang tidak bakalan kulupa karena akhirnya draft skripsiku dapat tanda tangan persetujuan dari dosen pembimbingku. Alhamdulillah setelah penundaan dan revisi yang tidak sedikit, akhirnya dapat acc juga di hari-hari terakhir. Aku layak bersyukur karena meskipun lambat tapi tidak selama bimbingan tidak ada hal menyusahkan jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Malahan banyak guyonan dan super nyantai.

Kalau dipikir, iya ya...kok bisa aku begitu lambatnya mengerjakan tugas akhir ini. Padahal beberapa waktu lalu, nyiapin bahan presentasi buat dosenku malah bisa bikin 30-an halaman dalam waktu 3 hari. Lha ini, yang cuman beda beberapa lembar aja makan waktu berbulan-bulan...Fiuh, ternyata aku memang bodoh!!

Tapi sudahlah, yang penting sudah mengantongi tiket buat ikut rombongan pendadaran (istilah sidang skrispi di UGM) bulan April. Insyaallah, kalau semua lancar, wisuda Mei bisa lah ya. Berarti rencana A yang masih butuh perjuangan panjang itu, siap dilanjutkan.

Lega, meski baru sedikit. Pendadarannya sendiri kayak apa, masih belum kepikir. Dasar Isti, kebiasaan deh. Ntar kalau sudah H-1 baru heboh dan senewen. Lha wong ini aja belum tahu kapan ujiannya, ngapain diributkan coba?? Kayak kemarin, kami yang lagi pada nungguin dosen masing-masing buat bimbingan malah ribut soal wisuda mau pakai apa. Halah!!! kepikir buat pakai jeans aja...hehehehe....Tapi pasti bakalan dilarang.

Tak lupa kuucapkan terima kasih buat teman-teman yang sudah ngasih dukungan, bantuan, dan do'anya hingga detik ini. Insyaalloh, masih akan terus semangat. Do'ain terus ya....


Nah, itu tadi kabar baiknya. Kabar buruknya, selang kurang dari 1 jam setelah skripsiku disetujui, aku kecelakaan ama adikku. Seperti biasa, adikku mengantarkanku ke halte bis yang menuju ke rumahku, sementara dia sendiri kos di Joga. Kemarin sore, Jogja sedikit gerimis dan mungkin lagi apes, kami kecelakaan tunggal. Alhamdulillah, kami berdua tidak apa-apa, hanya lecet sedikit di siku dan lutut serta lebam di paha dan betis. Aku sih tidak terlalu parah, adikku yang lebamnya lumayan lebih banyak. Untung kemarin pelan, jadi memang tidak parah. Meskipun begitu, sempat bikin orang serumah cemas. Ya sudah, harus merelakan baju ungu-ku yang berlubang sana-sini akibat gesekan dengan aspal. Padahal, seharian itu, banyak yang bilang baju itu bagus, hehehehe...

Alhamdulillah, masih diberikan keselamatan. Mungkin Alloh SWT mau mengingatkan kami betapa berharganya nyawa dan kehidupan yang kami punyai saat ini. Seketika ketika berasa jatuh, yang kepikir saat itu 'Astagfirullah, tadi belum ngasih tahu Ibu kalau sudah acc'. Yang keingat itu karena ortu sudah nunggu-nunggu kabar ini dari beberapa waktu lalu. Amanah dari ortu yang pingin segera kuselesaikan!! Mungkin kemarin diingatkan juga agar tidak terlalu gembira ataupun cemas secara berlebihan tentang sesuatu hal. Dan sudah saatnya minta maaf ke semua orang karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam sedetik kemudian. Sekiranya hingga detik ini Isti banyak salahnya, maafin ya....

28 March 2009

Jari-jemariku Merindukan Busur Itu

Beberapa minggu terakhir, aku merasakan rindu yang sangat hebat!!! Kangen bangen buat merentangkan tali busur dan melesatkan anak-anak panah ke sasaran. Sudah enam bulan sejak kembali ke Jogja, aku pun otomatis tak bisa lagi latihan panahan.

Jari-jemariku rasanya gatel banget, berasa segera pingin megang busur dan anak panah. Kangen dengan kenyamanan saat proses menarik tali busur hingga tangan terentang memusatkan perhatian dan energi di bahu. Sekian detik dalam posisi terbaik untuk nembak dan merasakan sensasi tersendiri di seluruh raga. Terlebih lagi rasa puas ketika anak panah melesat dan menancap dengan cantik di sasaran. Mau bolak-balik, jeprat-jepret berapa kalipun, tak akan berasa capek.
Sekarang tahu maksudnya beberapa teman bahwa dengan latihan panahan, kejenuhan belajar ataupun baito bisa hilang gitu aja. konsentrasi dan fokus juga lebih terasah. Emang sih, dulu kalau udah berada di lapangan, mau mataharinya seterik apapun, bakalan betah aja. Pantesan ada teman yang selalu tidak sabar buat turun dari lab-nya dan gabung dnegan kami setiap ada jadwal latihan. Sampai-sampai dia kadang diam-diam kabur dari lab-nya, manah 10 menitan, dan lari ke labnya di lantai 3 lagi. Dulu, aku berpikir dia berlebihan. Tapi, kini aku tahu rasanya kalau kangen buat mahan.

Kecintaan temanku pada panahan tadi, menular kepadaku. Ketika lengan kiriku dipenuhi warna biru keungu-unguan, aku tidak nyerah. Iya, tanganku tampak lebam akibat tali busurnya menggesek lengan dan bikin pembuluh darahnya pecah. Karena kulit lenganmya tidak sampai tergores jadi darahnya malah nyebar ke seluruh permukaan lengan, tapi tidak sakit. Yang ada, aku mirip korban KDRT jadinya. Hyaaah, tapi tidak mau nyerah dan cengeng. Meski setelah ketahuan teman terdekatku, dimarahin habis-habisan akhirnya...
Selain kangen dengan sensasi dan kepuasannya, aku juga kangen suasana latihan selama di Saga Daigaku. Semua suka ketawa dan konyol. Klub kami sebenarnya lebih tepat disebut klub segala bisa karena kalau bosan latihan, bisa ganti olahraga lainnya. Misalnya, tinggal ambil sarung tangan dan bola baseball, dan jadilah 'throw and catch the ball', atau bisa juga main sepak bola 2-2 kayak yang biasa kulakukan bareng Ikeda dkk.

Pingin banget bisa latihan lagi. Masalahnya sekarang, di sini tidak ada sarana dan prasarananya... Penasaran, di Jogja ada tidak ya? Sempat cari info di internet. Nemun, tapi tidak ada nomor kontaknya. Kalau ada yang tahu, kasih tahu dong. Biarpun cuman nonton, aku bakalan snagat puas. Setidaknya rasa kangen atas suasana kaya